PT. Hawk Teknologi Solusi

Silahkan Cari Disini

Jumat, 20 Agustus 2010

RSTP Bridge failover layer2 menggunakan Mikrotik


Hari ini saya kedatangan kawan lama , seperti biasa dia minta bantuan ngoprek Mikrotik
masalahnhya dia ingin memasang server penyaring spam virus dll dalam mode bridge tetapi kalau suatu saat server penyaring tsb bermasalah maka traffic harus di bypass melalui port lainnya

kurang lebih topologinya spt ini:


Jadi semisal link ether2 putus maka data akan mengalir melalui ether1 , sedangkan jika link ether1 putus data akan mengalir melalui ether2, jika kedua link tidak putus maka data akan mengalir melalui ether1 menggunakan mekanisme RSTP: http://wiki.mikrotik.com/wiki/Manual:Interface/Bridge

dalam percobaan ini saya menggunakan RB750G yang terdiri dari RSTP-A dan RSTP-B, dimana RSTP-A pada ether3 terhubung langsung dengan router / koneksi Internet sedangkan RSTP-B terhubung dengan notebook

Berikut adalah foto RSTP-A


Berikut adalah foto RSTP-B


Pada RSTP-A Konfigurasi bisa dilihat sbb:


Pada RSTP-B konfigurasi bisa dilihat sbb:


Yang membedakannya hanya pada :

[admin@RSTP-B] /interface bridge port> /interface bridge port set path-cost=20 interface=ether2

jadi di RSTP-A dan RSTP-B untuk interface=ether2 path-cost dibuat 20 sedangkan ether1 path-cost = 10

sehingga pada keadaan normal data akan dialirkan melalui ether1 ke ether3 melalui bridge

untuk uji coba saya lakukan ping ke dns google 8.8.8.8 dari notebook lalu salah satu kabel misal ether1 saya cabut maka data akan mengalir lewat ether2


dan ketika kabel ether1 di pasang lagi maka data akan kembali melalui ether1


atau sebaliknya

jadi kesimpulannya dua RB750G tersebut bisa menjadi bridge RSTP yang menjadi solusi fail-over layer2 yang ekonomis dan praktis

Senin, 21 Juni 2010

Analisa Paket Data Game Point Blank pada waktu melakukan Patch dibantu cache dari Squid Proxy

Wah sudah lama gak nulis di blog , kebetulan malam ini iseng pengen tahu karakter game Point Blank http://pb.gemscool.com/

Setelah mendownload aplikasi dan patch dan mendaftar user di gemscool lalu selanjutnya saya coba mainkan mh.... ya seperti Counter Strike permainannya tapi karena tangan sudah lama gak dibuat untuk main game jadi ya kaku kaku gitu harus menghafalkan tombol2 navigasi lagi yang kurang lebih seperti CS.

yang menarik pada waktu iseng saya klik tombol Check sebelum mengklik Start yang dilakukan oleh PB adalah melakukan download patch dan ternyata bandwidth 10Mbps di sikat habis wak....
waduh ini game kalau lagi ngepatch sadis punya ternyata mh... iseng saya torch di mikrotik ternyata patchnya via port 80 alias http wah ini bisa di bantu squid nih.

Benar saja setelah saya redirect port 80 ke squid hasilnya sesuai dengan yang saya inginkan yaitu file2 patch bisa di cache di squid proxy sehingga trafficnya sekarang yang besar yang kearah squid proxy

Gambar berikut adalah bukti bahwa proses patch bisa di bantu squid dengan hasil tail -f /var/log/squid/access.log banyak sekali TCP_HIT maupun TCP_MEM_HIT untuk file2 .zip artinya sekarang patch PB diambil dari cache yang ada di squid


Berikut adalah tampilan torch mikrotik pada interface wlan1 untuk ip source 10.5.50.232 ternyata pada waktu patch Tx Rate sangat tinggi sekali mencapai 8.2Mbps , untungnya saat ini sudah di dst-nat ke squid sehingga Data Rate yang menuju ke Jakarta tidak sampai 8.2Mbps karena sebagian besar file patching telah ada di squid proxy



Ini adalah buktinya pada waktu PB melakukan patching dan port 80 diredirect ke squid proxy di mikrotik backbone Jakarta-Cirebon tidak terjadi lonjakan traffic sd 8Mbps lebih seperti yang terjadi pada mikrotik distribusi hotspot di kantor.



Jadi kesimpulannya traffic patch Point Blank sangat bisa di bantu oleh mekanisme cache squid proxy, sedangkan pada saat permainan berlangsung dengan skenario notebook saya sebagai client yang joint ke server public PB , data rate yang terjadi sangat kecil sekitar 15Kbps-16Kbps


Jadi kesimpulannya:

1. Proses Patch game Point Blank yang sangat berat bisa di bantu dengan mekanisme cache dari squid
2. Pada saat permainan berlangsung alokasi bandwidth per PC game bisa diset dari 32Kbps - 128Kbps
3. Buat alokasi bandwidth khusus yang berasal dari PC Game menuju ke squid proxy

adapun di /etc/squid/squid.conf saya coba set parameter berikut:

maximum_object_size 300000 KB
store_avg_object_size 5000 KB

karena dari beberapa forum dan blog, ada yang berkomentar maximum objectnya di besarkan jadi 300MB agar file2 patch PB bisa di cache oleh squid

Semoga hasil analisa ini bisa berguna bagi yang memerlukannya

Selasa, 05 Januari 2010

Max-Term + SATA DOM + Mikrotik 4.4 Level 4 alternatif RB1000

Hari ini dapet mainan dari seorang teman sebuah Komputer Max-Term / Maxspeed dengan spesifikasi sbb:



Penasaran mau tahu bisa menangani paket sebanyak apa saya lakukan percobaan dengan menggunakan btest.exe dari notebook dengan spesifikasi sbb:


Percobaan 1: Max-Term dijalankan BTest-Server lalu dari notebook lenovo menjalankan btest.exe sebanyak 15 windows dengan kombinasi udp dan tcp packet, hasilnya:

Tx Packet mencapai 8.658 pps dan Rx Packet 14.304 pps pada Tx 76.5 Mbps dan Rx 91.1 Mbps dengna latency mencapai 50 ms - 80 ms cpu 100%



Percobaan 2: Notebook menjalankan btest.exe sebagai server dan Max-Term melakukan bandwidth-test ke notebook sebanyak 25 terminal dengan protocol udp hasilnya:

Tx Packet mencapai 3.280 pps dan Rx Packet 8.061 pps pada Tx 38.7Mbps dan Rx 97.1Mbps dengna latency mencapai 3 ms cpu 18%



Kesimpulan:
Harusnya dengan MaxTerm / Maxspeed + Mikrotik 4.4 Level 4 bisa mem-forward packet 0 - 10000 pps pada throughput 0 - 20 Mbps dengan lancar

Berikut adalah gambar MaxTerm / Maxspeed :



yang mau cari barangnya cek aja di : http://www.edccomp.com

Sabtu, 02 Januari 2010

BGP Failover antar BTS

Halo apakabar? Selamat Tahun Baru 2010 sudah lama saya tidak menulis blog saya ini, kebetulan lagi liburan Tahun Baru saya coba tulis contoh kasus BGP Failover antar BTS.

Dalam contoh kasus BGP Failover antar BTS skenarionya adalah sbb:


Dengan skenario diatas maka BTS Slipi dan BTS Meruya menjadi full-protection (bahasa kerennya XL / Moratel / Icon+ untuk backbone fiber-optic mereka di pulau Jawa)

Dengan demikian ada 4 BGP Router yang terlibat dalam skenario ini, yaitu: Router International dan Router OIXP/IIX yang keduanya ada di Gedung Cyber dan Router Mikrotik di BTS Slipi dan BTS Meruya

Adapun link yang antara Gedung Cyber ke Slipi menggunakan Fiber Optic sedangkan antara Gedung Cyber ke Meruya menggunakan Microwave 15Ghz (Pake ISR tentunya) dan Dari Meruya ke Slipi menggunakan WiFi IEEE 802.11 tentunya pake Mikrotik RB600

Ok langsung saja berikut adalah screen capturenya semoga bermanfaat bagi yang membacanya, oh ya dalam screen capture ip-ip publik yang relevan tidak saya sensor agar bisa menjadi contoh nyata karena semangat saya nulis adalah untuk berbagi jadi mohon agar tidak di serang ya "semoga".

Konfigurasi di Router IIX di Cyber pada Cisco 7206VXR G2:

neighbor ke Mikrotik Meruya


neighbor ke Mikrotik Slipi


route-map IIXNICEONLY-EXPORT


as-path 2 , tujuannya untuk memfilter hanya prefix dari AS7597 (IIX) dan AS7717 (NICE/OIXP) yang akan di advertise ke BGP Meruya dan Slipi, untuk di implementasikan ke route-map IIXNICEONLY-EXPORT diatas


access-list 100, tujuannya selain prefix dari AS7597 (IIX) dan AS7717 (NICE/OIXP) juga prefix asli milik Datautama di advertise ke BGP Meruya dan Slipi, untuk di implementasikan ke route-map IIXNICEONLY-EXPORT diatas


Dengan demikian maka BGP Meruya dan Slipi akan menerima prefix/routing table IIX+OIXP+Datautama

Jika konfigurasi ke 4 BGP tersebut telah berfungsi maka hasil "sh ip bgp sum" di router IIX/OIXP di cyber adalah sbb:


Konfigurasi di Router Internatinoal di Cyber:

neighbor ke Mikrotik Meruya



neighbor ke Mikrotik Slipi


route-map KOSONG


tujuan dari as-path access-list 11 deny .* pada route-map KOSONG adalah untuk memfilter semua prefix dari International agar tidak di advertise ke BTS Meruya dan Slipi, karena Mikrotik Meruya dan Slipi hanya perlu prefix IIX/OIXP agar routing menuju ke IIX/OIXP langsung belok ke Router IIX/OIXP di Cyber sedangkan default-route menuju ke Router International.

Sebagai catatan: hal terpenting dalam bermain BGP maupun OSPF adalah pemahaman tentang filtering as-path , access-list, prepend, subnet dan supernet.

Jika konfigurasi ke 4 BGP tersebut telah berfungsi maka hasil "sh ip bgp sum" di router International di cyber adalah sbb:


Konfigurasi di Router Mikrotik Meruya:

ip-address, interface backhaul adalah interface yang menghadap ke Cyber menggunakan Microwave 15Ghz


bgp-instance


bgp-peers Meruya ke International Cyber, hold time di buat 20 agar BGP lebih responsif terhadap kondisi link antar BGP up atau down


bgp-peers Meruya ke IIX Cyber, hold time di buat 20 agar BGP lebih responsif terhadap kondisi link antar BGP up atau down


bgp-peers Meruya ke Slipi, hold time di buat 20 agar BGP lebih responsif terhadap kondisi link antar BGP up atau down


Berikut adalah konfigurasi routing-filter yang merupakan bagian terpenting dan paling rumit untuk dipahami, pada bagian BGP Prepend tujuannya agar ke arah PENINSULA-EXPORT di prepend 2 kali agar ke arah AS24521-EXPORT lebih pendek sehingga menjadi prioritas, kecuali jika link Meruya ke Cyber putus baru akan menggunakan link Meruya-Slipi-Cyber.


Konfigurasi di Router Mikrotik Slipi:

ip-address, interface ether1 adalah interface yang menghadap ke Cyber menggunakan Fiber Optic


bgp-instance


bgp-peers Slipi ke International Cyber, hold time di buat 20 agar BGP lebih responsif terhadap kondisi link antar BGP up atau down


bgp-peers Slipi ke IIX Cyber, hold time di buat 20 agar BGP lebih responsif terhadap kondisi link antar BGP up atau down


bgp-peers Slipi ke Meruya, hold time di buat 20 agar BGP lebih responsif terhadap kondisi link antar BGP up atau down



Berikut adalah konfigurasi routing-filter yang merupakan bagian terpenting dan paling rumit untuk dipahami, pada bagian BGP Prepend tujuannya agar ke arah PRESISI-EXPORT di prepend 2 kali agar ke arah INTL-CYBER-EXPORT lebih pendek sehingga menjadi prioritas, kecuali jika link Slipi ke Cyber putus baru akan menggunakan link Slipi-Meruya-Cyber.


Dengan demikian maka pada kondisi Fiber Optic Slipi-Cyber normal default-route pada Mikrotik di Slipi adalah sbb:


DAb Destination 0.0.0.0/0 gateway 203.89.26.49 adalah entry bgp yang di terima, sedangkan Db Destination 0.0.0.0/0 gateway 203.89.24.185 dengan warna biru adalah entry bgp yang tidak diterima atau dengan kata lain standby kalau sampai gateway 203.89.26.49 putus maka gateway 203.89.24.185 akan digunakan melalui interface ipip-P6toP2 yang merupakan ipip-tunnel dari Mikrotik Slipi ke Mikrotik Meruya melalui link WiFi IEEE 802.11 menggunakan RB600

Sedangkan untuk kondisi Microwave 15Ghz Meruya-Cyber normal default-route pada Mikrotik Meruya adalah sbb:


DAb Destination 0.0.0.0/0 gateway 203.89.26.1 adalah entry bgp yang di terima, sedangkan Db Destination 0.0.0.0/0 gateway 203.89.24.186 dengan warna biru adalah entry bgp yang tidak diterima atau dengan kata lain standby kalau sampai gateway 203.89.26.1 putus maka gateway 203.89.24.186 akan digunakan melalui interface ipip-P2toP6 yang merupakan ipip-tunnel dari Mikrotik Meruya ke Mikrotik Slipi melalui link WiFi IEEE 802.11 menggunakan RB600

Demikian kiranya sedikit sharing ilmu semoga bermanfaat bagi semua yang membacanya

Senin, 10 Agustus 2009

Blacklists/Blocklists

Blacklists or blocklists are lists of IP addresses, domain names, email addresses or content of the headers or the body, or some combination of these different types, that can be used to help identify spam. A special subset of IP address and domain name lists exist which can be queried using DNS, which are called DNS Blackhole Lists or DNSBLs. Blacklists can be unverified and cause “collateral damage”; their criteria for listing may not be clear.

Those blacklists listed here are just a tiny subset of all of the private access lists and ACLs that exist to block spam from private networks; that larger set is the source of the death of a thousand cuts that any spam friendly provider should eventually experience. They may not have the clout of SPEWS, but they may last even longer.


From:
http://spamlinks.net/filter-bl.htm


Postfix blacklist or reject an email address

Ringkasan ini tidak tersedia. Harap klik di sini untuk melihat postingan.

Minggu, 09 Agustus 2009

Lindungi jaringan anda dari daftar ip yang terindentifikasi pada dshield dan spamhaus

Pagi ini lagi-lagi smtp ku di buat mabok oleh traffic spam , iseng aku cari di google bagaimana fetch daftar ip sumber spam langsung di mikrotik ternyata ketemu link berikut:

http://forum.mikrotik.com/viewtopic.php?f=9&t=24427


berikut adalah contoh script + scheduling + firewall filter yang saya gunakan di router mikrotik 3.25:


# aug/09/2009 11:27:24 by RouterOS 3.25
#
/system script
add name=fetch-dshield-spamhaus policy=\
ftp,reboot,read,write,policy,test,winbox,password,sniff source="## Parse D\
SHIELD & Spamhaus feed and build an address-list.\r\
\n## Written by Sam Norris, ChangeIP.com 2008\r\
\n## Any comments or suggestions welcome in the forums.\r\
\n##\r\
\n## 06/03/08 - Initial list parsing.\r\
\n\r\
\n/tool fetch address=feeds.dshield.org host=feeds.dshield.org mode=http s\
rc-path=block.txt\r\
\n/tool fetch address=www.spamhaus.org host=www.spamhaus.org mode=http src\
-path=drop/drop.lasso\r\
\n\r\
\n##\r\
\n## DSHIELD Drop List\r\
\n##\r\
\n\r\
\n:if ( [/file get [/file find name=block.txt] size] > 0 ) do={\r\
\n\r\
\n /ip firewall address-list remove [/ip firewall address-list find list=\
dshield]\r\
\n\r\
\n :global content [/file get [/file find name=block.txt] contents] ;\r\
\n :global contentLen [ :len \$content ] ;\r\
\n\r\
\n :global lineEnd 0;\r\
\n :global line \"\";\r\
\n :global lastEnd 0;\r\
\n\r\
\n :do {\r\
\n :set lineEnd [:find \$content \"\\n\" \$lastEnd ] ;\r\
\n :set line [:pick \$content \$lastEnd \$lineEnd] ;\r\
\n :set lastEnd ( \$lineEnd + 1 ) ;\r\
\n\r\
\n :if ( [:pick \$line 0 1] != \"#\" ) do={\r\
\n\r\
\n :if ([:typeof [:toip [:pick \$line 0 [:find \$line \"\\t\"] ] ] ] !=\
\_\"nil\") do={\r\
\n :local pos1 [:find \$line \"\\t\" 0]\r\
\n :local pos2 [:find \$line \"\\t\" \$pos1]\r\
\n :local pos3 [:find \$line \"\\t\" \$pos2]\r\
\n :log info ( \"DShield Entry: \" . [:pick \$line 0 \$pos1 ] . \"/\"\
\_. [:pick \$line (\$pos2+1) \$pos3 ] )\r\
\n /ip firewall address-list add list=dshield address=( [:pick \$line\
\_0 \$pos1 ] . \"/\" . [:pick \$line (\$pos2+1) \$pos3 ] )\r\
\n } \r\
\n\r\
\n }\r\
\n\r\
\n } while (\$lineEnd < \$contentLen)\r\
\n\r\
\n}\r\
\n\r\
\n##\r\
\n## SPAMHAUS.ORG Drop List\r\
\n##\r\
\n\r\
\n:if ( [/file get [/file find name=drop.lasso] size] > 0 ) do={\r\
\n\r\
\n /ip firewall address-list remove [/ip firewall address-list find list=\
spamhaus.lasso]\r\
\n\r\
\n :global content [/file get [/file find name=drop.lasso] contents] ;\r\
\n :global contentLen [ :len \$content ] ;\r\
\n\r\
\n :global lineEnd 0;\r\
\n :global line \"\";\r\
\n :global lastEnd 0;\r\
\n\r\
\n :do {\r\
\n :set lineEnd [:find \$content \"\\n\" \$lastEnd ] ;\r\
\n :set line [:pick \$content \$lastEnd \$lineEnd] ;\r\
\n :set lastEnd ( \$lineEnd + 1 ) ;\r\
\n\r\
\n :if ( [:pick \$line 0 1] != \";\" ) do={\r\
\n\r\
\n :if ([:len [:pick \$line 0 [:find \$line \";\"] ] ] > 0 ) do={\r\
\n :local pos1 [:find \$line \";\" 0]\r\
\n :local entry [:pick \$line 0 (\$pos1-1) ]\r\
\n :if ( [:len \$entry ] > 0 ) do={\r\
\n :log info \"Lasso Entry: \$entry\"\r\
\n /ip firewall address-list add list=spamhaus.lasso address=\$ent\
ry\r\
\n }\r\
\n } \r\
\n\r\
\n }\r\
\n\r\
\n } while (\$lineEnd < \$contentLen)\r\
\n\r\
\n}"
# aug/09/2009 11:27:47 by RouterOS 3.25
#
/system scheduler
add comment="" disabled=no interval=12h name=fecth-dshield-spamhaus on-event=\
fetch-dshield-spamhaus start-date=jan/01/1970 start-time=06:00:00
# aug/09/2009 11:33:37 by RouterOS 3.25
#
/ip firewall filter
add action=drop chain=forward comment="### DROP Spamhaus-Lasso" disabled=no \
src-address-list=spamhaus.lasso
add action=drop chain=forward comment="### DROP Dshield" \
disabled=no src-address-list=dshield
#