Hari ini dapet mainan dari seorang teman sebuah Komputer Max-Term / Maxspeed dengan spesifikasi sbb:
Penasaran mau tahu bisa menangani paket sebanyak apa saya lakukan percobaan dengan menggunakan btest.exe dari notebook dengan spesifikasi sbb:
Percobaan 1: Max-Term dijalankan BTest-Server lalu dari notebook lenovo menjalankan btest.exe sebanyak 15 windows dengan kombinasi udp dan tcp packet, hasilnya:
Tx Packet mencapai 8.658 pps dan Rx Packet 14.304 pps pada Tx 76.5 Mbps dan Rx 91.1 Mbps dengna latency mencapai 50 ms - 80 ms cpu 100%
Percobaan 2: Notebook menjalankan btest.exe sebagai server dan Max-Term melakukan bandwidth-test ke notebook sebanyak 25 terminal dengan protocol udp hasilnya:
Tx Packet mencapai 3.280 pps dan Rx Packet 8.061 pps pada Tx 38.7Mbps dan Rx 97.1Mbps dengna latency mencapai 3 ms cpu 18%
Kesimpulan: Harusnya dengan MaxTerm / Maxspeed + Mikrotik 4.4 Level 4 bisa mem-forward packet 0 - 10000 pps pada throughput 0 - 20 Mbps dengan lancar
Halo apakabar? Selamat Tahun Baru 2010 sudah lama saya tidak menulis blog saya ini, kebetulan lagi liburan Tahun Baru saya coba tulis contoh kasus BGP Failover antar BTS.
Dalam contoh kasus BGP Failover antar BTS skenarionya adalah sbb:
Dengan skenario diatas maka BTS Slipi dan BTS Meruya menjadi full-protection (bahasa kerennya XL / Moratel / Icon+ untuk backbone fiber-optic mereka di pulau Jawa)
Dengan demikian ada 4 BGP Router yang terlibat dalam skenario ini, yaitu: Router International dan Router OIXP/IIX yang keduanya ada di Gedung Cyber dan Router Mikrotik di BTS Slipi dan BTS Meruya
Adapun link yang antara Gedung Cyber ke Slipi menggunakan Fiber Optic sedangkan antara Gedung Cyber ke Meruya menggunakan Microwave 15Ghz (Pake ISR tentunya) dan Dari Meruya ke Slipi menggunakan WiFi IEEE 802.11 tentunya pake Mikrotik RB600
Ok langsung saja berikut adalah screen capturenya semoga bermanfaat bagi yang membacanya, oh ya dalam screen capture ip-ip publik yang relevan tidak saya sensor agar bisa menjadi contoh nyata karena semangat saya nulis adalah untuk berbagi jadi mohon agar tidak di serang ya "semoga".
Konfigurasi di Router IIX di Cyber pada Cisco 7206VXR G2:
neighbor ke Mikrotik Meruya
neighbor ke Mikrotik Slipi
route-map IIXNICEONLY-EXPORT
as-path 2 , tujuannya untuk memfilter hanya prefix dari AS7597 (IIX) dan AS7717 (NICE/OIXP) yang akan di advertise ke BGP Meruya dan Slipi, untuk di implementasikan ke route-map IIXNICEONLY-EXPORT diatas
access-list 100, tujuannya selain prefix dari AS7597 (IIX) dan AS7717 (NICE/OIXP) juga prefix asli milik Datautama di advertise ke BGP Meruya dan Slipi, untuk di implementasikan ke route-map IIXNICEONLY-EXPORT diatas
Dengan demikian maka BGP Meruya dan Slipi akan menerima prefix/routing table IIX+OIXP+Datautama
Jika konfigurasi ke 4 BGP tersebut telah berfungsi maka hasil "sh ip bgp sum" di router IIX/OIXP di cyber adalah sbb:
Konfigurasi di Router Internatinoal di Cyber: neighbor ke Mikrotik Meruya
neighbor ke Mikrotik Slipi
route-map KOSONG
tujuan dari as-path access-list 11 deny .* pada route-map KOSONG adalah untuk memfilter semua prefix dari International agar tidak di advertise ke BTS Meruya dan Slipi, karena Mikrotik Meruya dan Slipi hanya perlu prefix IIX/OIXP agar routing menuju ke IIX/OIXP langsung belok ke Router IIX/OIXP di Cyber sedangkan default-route menuju ke Router International.
Sebagai catatan: hal terpenting dalam bermain BGP maupun OSPF adalah pemahaman tentang filtering as-path , access-list, prepend, subnet dan supernet.
Jika konfigurasi ke 4 BGP tersebut telah berfungsi maka hasil "sh ip bgp sum" di router International di cyber adalah sbb:
Konfigurasi di Router Mikrotik Meruya:
ip-address, interface backhaul adalah interface yang menghadap ke Cyber menggunakan Microwave 15Ghz
bgp-instance
bgp-peers Meruya ke International Cyber, hold time di buat 20 agar BGP lebih responsif terhadap kondisi link antar BGP up atau down
bgp-peers Meruya ke IIX Cyber, hold time di buat 20 agar BGP lebih responsif terhadap kondisi link antar BGP up atau down
bgp-peers Meruya ke Slipi, hold time di buat 20 agar BGP lebih responsif terhadap kondisi link antar BGP up atau down
Berikut adalah konfigurasi routing-filter yang merupakan bagian terpenting dan paling rumit untuk dipahami, pada bagian BGP Prepend tujuannya agar ke arah PENINSULA-EXPORT di prepend 2 kali agar ke arah AS24521-EXPORT lebih pendek sehingga menjadi prioritas, kecuali jika link Meruya ke Cyber putus baru akan menggunakan link Meruya-Slipi-Cyber.
Konfigurasi di Router Mikrotik Slipi:
ip-address, interface ether1 adalah interface yang menghadap ke Cyber menggunakan Fiber Optic
bgp-instance
bgp-peers Slipi ke International Cyber, hold time di buat 20 agar BGP lebih responsif terhadap kondisi link antar BGP up atau down
bgp-peers Slipi ke IIX Cyber, hold time di buat 20 agar BGP lebih responsif terhadap kondisi link antar BGP up atau down
bgp-peers Slipi ke Meruya, hold time di buat 20 agar BGP lebih responsif terhadap kondisi link antar BGP up atau down
Berikut adalah konfigurasi routing-filter yang merupakan bagian terpenting dan paling rumit untuk dipahami, pada bagian BGP Prepend tujuannya agar ke arah PRESISI-EXPORT di prepend 2 kali agar ke arah INTL-CYBER-EXPORT lebih pendek sehingga menjadi prioritas, kecuali jika link Slipi ke Cyber putus baru akan menggunakan link Slipi-Meruya-Cyber.
Dengan demikian maka pada kondisi Fiber Optic Slipi-Cyber normal default-route pada Mikrotik di Slipi adalah sbb:
DAb Destination 0.0.0.0/0 gateway 203.89.26.49 adalah entry bgp yang di terima, sedangkan Db Destination 0.0.0.0/0 gateway 203.89.24.185 dengan warna biru adalah entry bgp yang tidak diterima atau dengan kata lain standby kalau sampai gateway 203.89.26.49 putus maka gateway 203.89.24.185 akan digunakan melalui interface ipip-P6toP2 yang merupakan ipip-tunnel dari Mikrotik Slipi ke Mikrotik Meruya melalui link WiFi IEEE 802.11 menggunakan RB600
Sedangkan untuk kondisi Microwave 15Ghz Meruya-Cyber normal default-route pada Mikrotik Meruya adalah sbb:
DAb Destination 0.0.0.0/0 gateway 203.89.26.1 adalah entry bgp yang di terima, sedangkan Db Destination 0.0.0.0/0 gateway 203.89.24.186 dengan warna biru adalah entry bgp yang tidak diterima atau dengan kata lain standby kalau sampai gateway 203.89.26.1 putus maka gateway 203.89.24.186 akan digunakan melalui interface ipip-P2toP6 yang merupakan ipip-tunnel dari Mikrotik Meruya ke Mikrotik Slipi melalui link WiFi IEEE 802.11 menggunakan RB600
Demikian kiranya sedikit sharing ilmu semoga bermanfaat bagi semua yang membacanya
Blacklists or blocklists are lists of IP addresses, domain names, email addresses or content of the headers or the body, or some combination of these different types, that can be used to help identify spam. A special subset of IP address and domain name lists exist which can be queried using DNS, which are called DNS Blackhole Lists or DNSBLs. Blacklists can be unverified and cause “collateral damage”; their criteria for listing may not be clear.
Those blacklists listed here are just a tiny subset of all of the private access lists and ACLs that exist to block spam from private networks; that larger set is the source of the death of a thousand cuts that any spam friendly provider should eventually experience. They may not have the clout of SPEWS, but they may last even longer.
Pagi ini lagi-lagi smtp ku di buat mabok oleh traffic spam , iseng aku cari di google bagaimana fetch daftar ip sumber spam langsung di mikrotik ternyata ketemu link berikut: http://forum.mikrotik.com/viewtopic.php?f=9&t=24427
berikut adalah contoh script + scheduling + firewall filter yang saya gunakan di router mikrotik 3.25:
Saat ini Internet sudah mulai menjadi gaya hidup yang tanpa disadari diperlukan oleh hampir seluruh lapisan masyarakat seiring dengan kemajuan teknologi baik hardware maupun software. Dengan fenomena layanan Facebook, Blog, Email dan Instant Messaging yang dapat diakses melalui berbagai macam gadget maka layanan Internet bukan lagi monopoli orang yang mampu menggunakan komputer dengan 101 tombol saja tetapi hampir semua lapisan masyarakat dapat mengakses layanan Internet dengan sangat mudah.
Internet Service Provider yang merupakan gerbang bagi para pengguna Internet saat ini menghadapi tantangan untuk dapat tetap memberikan layanan Internet yang berkualitas, terjangkau dan aman bagi penggunanya.
Bicara tentang keamanan Internet tidak terlepas dari Sistem Keamanan Jaringan Komputer yang sangat komplek dan banyak lapisan walaupun dapat di rangkum dalam tiga hal besar saja yaitu:
Confidentiality (kerahasiaan data) Integrity (Integritas / keutuhan / keaslian, termasuk pengaturan hak akses) Availability (Ketersediaan layanan)
selain itu bicara tentang keamanan jaringan komputer mau tidak mau tunduk terhadap model segitiga yang memiliki tiga sisi:
sisi kemanan sisi kenyamanan/kemudahan sisi fungsi
dimana ketiga sisi tersebut saling bertolak belakang, artinya mengutamakan salah satu berarti mengurangi yang lainnya dengan demikian yang dapat dicapai adalah mencari komposisi yang paling dapat diterima oleh pengguna, dengan demikian menurut saya visi keamanan di ISP adalah:
Menciptakan Internet yang aman, nyaman dan berfungsi dengan baik
visi diatas sangat sederhana tetapi untuk mencapi hal tersebut terus terang tidak mudah dan butuh banyak pemikiran pertimbangan dan pemahaman dari semua stake holder sbb:
1. Pengguna Internet 2. Internet Service Provider (ISP) termasuk Network Access Provider 3. Content Provider termasuk penyelenggara e-Bussines/e-Commerce dan infrastruktur pendukungnya yaitu: Bank, penerbit Certified Authorization (CA) dan logistik. 4. Penyelenggara Jaringan 5. Pemerintah
tentunya tidak semua aspek dapat diakomodir oleh ISP, karena sejatinya ISP minimal memiliki layanan standar sbb:
1. DNS server / nameserver sebagai sarana resolve domain ke IP atau sebaliknya 2. Email server sebagai outgoing dan atau incoming server 3. Proxy server sebagai perantara akses web sekaligus sebagai cache dan filtering konten pada lapisan aplikasi 4. Webhosting sebagai sarana untuk mempublikasikan halaman web 5. RADIUS Server sebagai Authentication Authorization Accounting (AAA) untuk Billing Server 6. Routing Alamat IP agar user/pengguna dapat mengkakses layanan-layanan tersebut melalui protocol TCP/IP yang dihubungkan satu dengan lainnya secara terbuka atau dengan kata lain jaringan Publik (Internet) 7. Sistem Monitoring dan manajemen Jaringan
Dengan demikian bagian keamanan yang harus di akomodir oleh ISP setidaknya adalah: 1. Menyediakan Nameserver yang handal dan aman yang bebas dari dns poisoning / spoofing 2. Menyediakan Email server yang mampu menyaring email sampah (Spam), virus dan mallware lainnya 3. Menyediakan Proxy Server yang mampu menyaring pishing dan membatasi konten-konten mallware lainnya. 4. Menyediakan Webhosting yang aman yang tidak menyimpan kode-kode jahat seperti pishing, virus, trojan, mallware dan konten-konten yang mengandung unsur SARA (Suku Agama Ras) 5. Menyediakan RADIUS Server yang handal, aman dan tidak merugikan pelanggan baik secara finansial maupun secara kerahasiaan username password pelanggan tersebut. 6. Menyediakan sistem routing paket TCP/IP yang handal, aman dan terbebas dari serangan: Spoofing, Distributed Denial of Service, Worm dll. 7. Memiliki sistem monitoring dan manajemen jaringan untuk dapat menganalisa dan mengatasi permasalahan jika terjadi hal-hal yang disebut diatas.
adapun layanan-layanan lainnya selain tujuh hal yang disebutkan diatas lebih sebagai tanggung jawab pengelola konten baik itu bagi ISP yang memiliki konten, maupun institusi yang menyediakan konten bagi pengguna Internet termasuk: E-Banking/Bank, Pengelola E-Business/E-Commerce, E-Learning/Kampus, E-Goverment/Pemerintah, Pengelola Portal dll.
Sedangkan untuk Warnet sejatinya adalah mini ISP yang menyediakan/menyewakan sarana bagi pengguna Internet yang tidak mengakses Internet dari perangkat pribadinya.
Dalam hal terjadinya cybercrime ISP berperan untuk membantu perangkat hukum melakukan investigasi dan mencari bukti-bukti digital yang sekiranya dapat menjadi petunjuk dan bukti di pengadilan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.
Bentuk barang bukti dan petunjuk bisa berupa analisa header email, logfile aplikasi server-server yang telah disebutkan diatas dan analisa traffic.
Khusus untuk analisa traffic tidaklah bijaksana untuk menganalisa semua taffic data secara paket pada lapisan 3 dan 4 (network layer dan transport layer) secara terus menerus karena akan mengganggu fungsi dan kenyamanan dari layanan Internet itu sendiri, adapun yang dapat dilakukan adalah analisa paket secara langsung pada saat insident keamanan terjadi atau biasa disebut sniffing. analoginya adalah jika tiap hari semua kendaraan di jalan raya diperiksa stnk dan kesesuaiannya dengan nomor mesin dan nomor rangka dan sim pengendaranya maka yang ada adalah kemacetan di sepanjang jalan sehingga kenyamanan dan fungsi dari kendaraan itu menjadi tidak ada artinya lagi, yang lumrah terjadi adalah pada saat terjadi laporan kehilangan mobil atau kasus penculikan atau kasus-kasus pidana lainnya termasuk kasus teroris yang terjadi belum lama ini terjadi maka jajaran kepolisian melakukan razia di titik rawan terhadap kendaraan bermotor tersebut bukan?
Kesimpulan: Untuk menciptakan layanan Internet yang aman, nyaman dan berfungsi sebagaimana mestinya diperlukan kerja sama semua pihak dan pemahaman yang benar terhadap aspek-aspek keamanan jaringan Internet tersebut baik secara teknis maupun non-teknis.
masukan/saran dan pendapat dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk mencapai visi tersebut.
Wasalam Harijanto Pribadi Kabid. Internet Security APJII periode 2009 - 2012
1. aktifkan itunes8 dan pasang kabel data+usb pc ke iphone 2. jika iphone sudah terdeteksi di itunes8 maka akan muncul disamping kanan pada bagian devices, lalu klik devices tsb maka akan muncul pada tab summary tombol restore. 3. tekan tombol shift + klik tombol restore maka kita dapat memilih firmware / file ipsw yang telah kita download (no.1) dan lakukan proses restore. 4. tunggu sampai proses restore selesai, setelah selesai (ditandai dengan iphone yang mereboot dirinya sendiri) tutup aplikasi itunes8 tsb dan jangan lakukan apapun pada iphone. 5. Jalankan QuickPwn.exe yang telah kita download (no.2) , oh ya downloadnya pake bittorrent ya. 6. Biarkan sampai tombol biru pada QuickPwn aktif artinya iphone telah terdeteksi lalu klik tombol tsb. 7. langkah selanjutnya adalah browse file ipsw / firmware yang sama yang tadi kita restore via itunes8 diatas (point no.3) lalu klik tombol biru lagi, jika firmware cocok akan ada tanda centrang hijau, ok klik lagi tombol biru. 8. selanjutnya diminta untuk browse file no.3 dan no.4 yang merupakan bootloader yang dibutuhkan lalu klik tombol biru lagi. 9. setelah itu biasanya ada konfirmasi untuk memastikan bahwa kabel data usb terpasang antara pc dan iphone, nah disini triknya pada saat keluar konfirmasi layar tsb coba untuk cabut dan pasang lagi kabel usb tsb di pc agar pc dipaksa mengidentifikasi device iphone tsb, kalau sudah terdengar bunyi ding-ding artinya usb terdektsi maka klik tombol biru 10. selanjutnya iphone akan masuk dalam mode recovery jangan alihkan perhatian anda dari layar monitor dan ikuti perintah berikut: You will be asked to hold down the Power button for 5 seconds. Then you will have to also hold down the Home button for 10 seconds without letting go of the Power button. At the end of 10 seconds you will need to release only the Power button.
ok jika anda dengan benar mengikuti perintah diatas maka iphone akan masuk dalam proses Jailbrake / Unlock
dan trala..... akhirnya iphone 2g ku sudah siap digunakan dengan firmware 2.2.1 jadi bisa install facebook application dan yahoo messenger di iphone sayang masih 2g tapi mayanlah :)