PT. Hawk Teknologi Solusi

Silahkan Cari Disini

Sabtu, 02 Januari 2010

BGP Failover antar BTS

Halo apakabar? Selamat Tahun Baru 2010 sudah lama saya tidak menulis blog saya ini, kebetulan lagi liburan Tahun Baru saya coba tulis contoh kasus BGP Failover antar BTS.

Dalam contoh kasus BGP Failover antar BTS skenarionya adalah sbb:


Dengan skenario diatas maka BTS Slipi dan BTS Meruya menjadi full-protection (bahasa kerennya XL / Moratel / Icon+ untuk backbone fiber-optic mereka di pulau Jawa)

Dengan demikian ada 4 BGP Router yang terlibat dalam skenario ini, yaitu: Router International dan Router OIXP/IIX yang keduanya ada di Gedung Cyber dan Router Mikrotik di BTS Slipi dan BTS Meruya

Adapun link yang antara Gedung Cyber ke Slipi menggunakan Fiber Optic sedangkan antara Gedung Cyber ke Meruya menggunakan Microwave 15Ghz (Pake ISR tentunya) dan Dari Meruya ke Slipi menggunakan WiFi IEEE 802.11 tentunya pake Mikrotik RB600

Ok langsung saja berikut adalah screen capturenya semoga bermanfaat bagi yang membacanya, oh ya dalam screen capture ip-ip publik yang relevan tidak saya sensor agar bisa menjadi contoh nyata karena semangat saya nulis adalah untuk berbagi jadi mohon agar tidak di serang ya "semoga".

Konfigurasi di Router IIX di Cyber pada Cisco 7206VXR G2:

neighbor ke Mikrotik Meruya


neighbor ke Mikrotik Slipi


route-map IIXNICEONLY-EXPORT


as-path 2 , tujuannya untuk memfilter hanya prefix dari AS7597 (IIX) dan AS7717 (NICE/OIXP) yang akan di advertise ke BGP Meruya dan Slipi, untuk di implementasikan ke route-map IIXNICEONLY-EXPORT diatas


access-list 100, tujuannya selain prefix dari AS7597 (IIX) dan AS7717 (NICE/OIXP) juga prefix asli milik Datautama di advertise ke BGP Meruya dan Slipi, untuk di implementasikan ke route-map IIXNICEONLY-EXPORT diatas


Dengan demikian maka BGP Meruya dan Slipi akan menerima prefix/routing table IIX+OIXP+Datautama

Jika konfigurasi ke 4 BGP tersebut telah berfungsi maka hasil "sh ip bgp sum" di router IIX/OIXP di cyber adalah sbb:


Konfigurasi di Router Internatinoal di Cyber:

neighbor ke Mikrotik Meruya



neighbor ke Mikrotik Slipi


route-map KOSONG


tujuan dari as-path access-list 11 deny .* pada route-map KOSONG adalah untuk memfilter semua prefix dari International agar tidak di advertise ke BTS Meruya dan Slipi, karena Mikrotik Meruya dan Slipi hanya perlu prefix IIX/OIXP agar routing menuju ke IIX/OIXP langsung belok ke Router IIX/OIXP di Cyber sedangkan default-route menuju ke Router International.

Sebagai catatan: hal terpenting dalam bermain BGP maupun OSPF adalah pemahaman tentang filtering as-path , access-list, prepend, subnet dan supernet.

Jika konfigurasi ke 4 BGP tersebut telah berfungsi maka hasil "sh ip bgp sum" di router International di cyber adalah sbb:


Konfigurasi di Router Mikrotik Meruya:

ip-address, interface backhaul adalah interface yang menghadap ke Cyber menggunakan Microwave 15Ghz


bgp-instance


bgp-peers Meruya ke International Cyber, hold time di buat 20 agar BGP lebih responsif terhadap kondisi link antar BGP up atau down


bgp-peers Meruya ke IIX Cyber, hold time di buat 20 agar BGP lebih responsif terhadap kondisi link antar BGP up atau down


bgp-peers Meruya ke Slipi, hold time di buat 20 agar BGP lebih responsif terhadap kondisi link antar BGP up atau down


Berikut adalah konfigurasi routing-filter yang merupakan bagian terpenting dan paling rumit untuk dipahami, pada bagian BGP Prepend tujuannya agar ke arah PENINSULA-EXPORT di prepend 2 kali agar ke arah AS24521-EXPORT lebih pendek sehingga menjadi prioritas, kecuali jika link Meruya ke Cyber putus baru akan menggunakan link Meruya-Slipi-Cyber.


Konfigurasi di Router Mikrotik Slipi:

ip-address, interface ether1 adalah interface yang menghadap ke Cyber menggunakan Fiber Optic


bgp-instance


bgp-peers Slipi ke International Cyber, hold time di buat 20 agar BGP lebih responsif terhadap kondisi link antar BGP up atau down


bgp-peers Slipi ke IIX Cyber, hold time di buat 20 agar BGP lebih responsif terhadap kondisi link antar BGP up atau down


bgp-peers Slipi ke Meruya, hold time di buat 20 agar BGP lebih responsif terhadap kondisi link antar BGP up atau down



Berikut adalah konfigurasi routing-filter yang merupakan bagian terpenting dan paling rumit untuk dipahami, pada bagian BGP Prepend tujuannya agar ke arah PRESISI-EXPORT di prepend 2 kali agar ke arah INTL-CYBER-EXPORT lebih pendek sehingga menjadi prioritas, kecuali jika link Slipi ke Cyber putus baru akan menggunakan link Slipi-Meruya-Cyber.


Dengan demikian maka pada kondisi Fiber Optic Slipi-Cyber normal default-route pada Mikrotik di Slipi adalah sbb:


DAb Destination 0.0.0.0/0 gateway 203.89.26.49 adalah entry bgp yang di terima, sedangkan Db Destination 0.0.0.0/0 gateway 203.89.24.185 dengan warna biru adalah entry bgp yang tidak diterima atau dengan kata lain standby kalau sampai gateway 203.89.26.49 putus maka gateway 203.89.24.185 akan digunakan melalui interface ipip-P6toP2 yang merupakan ipip-tunnel dari Mikrotik Slipi ke Mikrotik Meruya melalui link WiFi IEEE 802.11 menggunakan RB600

Sedangkan untuk kondisi Microwave 15Ghz Meruya-Cyber normal default-route pada Mikrotik Meruya adalah sbb:


DAb Destination 0.0.0.0/0 gateway 203.89.26.1 adalah entry bgp yang di terima, sedangkan Db Destination 0.0.0.0/0 gateway 203.89.24.186 dengan warna biru adalah entry bgp yang tidak diterima atau dengan kata lain standby kalau sampai gateway 203.89.26.1 putus maka gateway 203.89.24.186 akan digunakan melalui interface ipip-P2toP6 yang merupakan ipip-tunnel dari Mikrotik Meruya ke Mikrotik Slipi melalui link WiFi IEEE 802.11 menggunakan RB600

Demikian kiranya sedikit sharing ilmu semoga bermanfaat bagi semua yang membacanya

4 komentar:

Anonim mengatakan...

keren bosss....

kayak nya implementasi router untuk jaringan telco seru bgt ya

br//mhd

tempayan.com

Anonim mengatakan...

tutorial keren banget bos..harus dipraktekin nh
keep posting boss.

Anonim mengatakan...

mantap bos...

masdono.com

ratno mengatakan...

bagus banget tutorialnya,ada yang mau saya tanyakan untuk kasus di atas.
1. bagaimana setting bandwidth managernya?apakah setting limiter di tiap bts?
2. memisahkan traffic iix dan internasional pada pelanggan, apa harus memasukan ip nice ke address-list

terima kasih, jika berkenan bisa dijawab atau email ke ratnoque@gmail.com